Tiap kali mo ujian, jadi inget tiap kali nanya teman "kuliah buat apa?". Rata-rata jawabannya ya buat cari kerja. Hehehe.. Lucu juga,ya. Jadi dapat kuliah, ikut praktikum, bikin laporan, de el el. Semuanya buat cari kerja. Gak ada niatan filosofis buat cari ilmu. Harusnya, kuliah itu 'kan dipake cari ilmu.
Fair-fair aja,ya. Saya mengakui saya salah jurusan. Tapi saya tetap tahu, koq. Kuliah ini saya posisikan sejauh apa. Yang jelas, buat memanusiakan manusia. Karena itu yang saya gak dapat di rumah..
Kuliah itu mendewasakan manusia-manusia yang belum dewasa..
Kuliah itu lebih mendewasakan manusia-manusia yang sudah dewasa..
Tuesday, May 20, 2008
Wednesday, May 14, 2008
aksi pornografi - pornoaksi
Hari ini diajak aksi,tapi malas ah. Gak konkrit. Apalagi memainkan integritas..
Thursday, May 1, 2008
80 Tahun Sumpah Pemuda, 100 Tahun Kebangkitan Nasional
Peradaban merupakan manifestasi kerja keras sekelompok manusia. Kerja keras yang dilakukan terus-menerus, kerja keras dari hari ke hari, hingga menghasilkan karya nyata yang berciri khas. Karya nyata yang akan dikenang oleh generasi-generasi setelahnya.
Karya-karya bangsa Jepang terkenal dengan inovasinya. Konsep Kaizen adalah konsep pengembangan berkelanjutan (continous improvement) a.k.a inovasi, yaitu kerja keras yang dioptimasi terus-menerus menghasilkan karya-karya inovatif. Perakitan Toyota innova yang hanya 4 menit, adalah buktinya. Bukti lain, informasi yang integratif pada Curcuma xanthorrhizae. Semua informasi menyatu dari ciri-ciri morfologi sampai data-data penjualan bahan baku. Atau, produk-produk elektronik mereka yang semakin kecil, kompleks, dan canggih dari waktu ke waktu.
Sedangkan bangsa Jerman dikenal lewat penemuan-penemuan barunya. Mereka adalah inventor sejati. Mereka selalu mendahului bangsa-bangsa lain lewat karya-karyanya. Ini juga terlihat dari gaya permainan sepak bola mereka. Kaku dan monoton, tapi kokoh.
Thomas Alfa Edison melakukan lebih dari 1000 kali percobaan untuk menemukan bola lampu. Tentunya, percobaan ke-1000 dilakukan setelah percobaan ke-1, ke-2, ke-3, dan seterusnya. Ini bukan kerja keras yang mudah, pastinya.
* * *
Masih tentang kerja keras dan peradaban.
Tanggal 20 bulan ini, tepat 100 tahun lalu, beberapa orang pemuda bekerja keras mendirikan Organisasi Boedi Oetomo. Organisasi ini mengawali kebangkitan nasional. Kalau tidak ada momen pergerakan ini, bisa jadi kita tidak merasakan apa-apa yang kita rasakan sekarang. Dan pada tanggal 20 bulan ini, Kebangkitan Nasional memperingati usia ke 100 tahun.
Masih di tanggal 20 bulan ini, tapi tepat 80 tahun lalu, 3 baris kalimat Sumpah Pemuda diucapkan. Putra-putri Indonesia saat itu mengaku berbangsa satu, bertanah-air satu, dan berbahasa satu. Kalau segelintir pemuda saat itu tidak mengcucapkan 3 baris Sumpah Pemuda, bisa jadi kita tidak merasakan apa-apa yang kita rasakan sekarang. Dan pada tanggal 20 bulan ini, Sumpah Pemuda memperingati usia ke 80 tahun.
Tanggal 20 bulan ini, tahun ini, akan diperingati sebagai apa ? Apa saja yang sudah kita lakukan hingga karya kita hari ini akan diperingati ? 80 tahun lagi akan terjadi apa ? 100 tahun lagi akan ada apa?
Peradaban merupakan manifestasi kerja keras sekelompok manusia. Kerja keras yang dilakukan terus-menerus, kerja keras dari hari ke hari, hingga menghasilkan karya nyata yang berciri khas. Karya nyata yang akan dikenang oleh generasi-generasi setelahnya.
Setiap hari adalah momen. Setiap hari adalah kesempatan untuk bekerja keras menghasilkan karya. Setiap hari adalah kesempatan berkarya membentuk peradaban. Sudahkah kita melakukannya ?
Karya-karya bangsa Jepang terkenal dengan inovasinya. Konsep Kaizen adalah konsep pengembangan berkelanjutan (continous improvement) a.k.a inovasi, yaitu kerja keras yang dioptimasi terus-menerus menghasilkan karya-karya inovatif. Perakitan Toyota innova yang hanya 4 menit, adalah buktinya. Bukti lain, informasi yang integratif pada Curcuma xanthorrhizae. Semua informasi menyatu dari ciri-ciri morfologi sampai data-data penjualan bahan baku. Atau, produk-produk elektronik mereka yang semakin kecil, kompleks, dan canggih dari waktu ke waktu.
Sedangkan bangsa Jerman dikenal lewat penemuan-penemuan barunya. Mereka adalah inventor sejati. Mereka selalu mendahului bangsa-bangsa lain lewat karya-karyanya. Ini juga terlihat dari gaya permainan sepak bola mereka. Kaku dan monoton, tapi kokoh.
Thomas Alfa Edison melakukan lebih dari 1000 kali percobaan untuk menemukan bola lampu. Tentunya, percobaan ke-1000 dilakukan setelah percobaan ke-1, ke-2, ke-3, dan seterusnya. Ini bukan kerja keras yang mudah, pastinya.
* * *
Masih tentang kerja keras dan peradaban.
Tanggal 20 bulan ini, tepat 100 tahun lalu, beberapa orang pemuda bekerja keras mendirikan Organisasi Boedi Oetomo. Organisasi ini mengawali kebangkitan nasional. Kalau tidak ada momen pergerakan ini, bisa jadi kita tidak merasakan apa-apa yang kita rasakan sekarang. Dan pada tanggal 20 bulan ini, Kebangkitan Nasional memperingati usia ke 100 tahun.
Masih di tanggal 20 bulan ini, tapi tepat 80 tahun lalu, 3 baris kalimat Sumpah Pemuda diucapkan. Putra-putri Indonesia saat itu mengaku berbangsa satu, bertanah-air satu, dan berbahasa satu. Kalau segelintir pemuda saat itu tidak mengcucapkan 3 baris Sumpah Pemuda, bisa jadi kita tidak merasakan apa-apa yang kita rasakan sekarang. Dan pada tanggal 20 bulan ini, Sumpah Pemuda memperingati usia ke 80 tahun.
Tanggal 20 bulan ini, tahun ini, akan diperingati sebagai apa ? Apa saja yang sudah kita lakukan hingga karya kita hari ini akan diperingati ? 80 tahun lagi akan terjadi apa ? 100 tahun lagi akan ada apa?
Peradaban merupakan manifestasi kerja keras sekelompok manusia. Kerja keras yang dilakukan terus-menerus, kerja keras dari hari ke hari, hingga menghasilkan karya nyata yang berciri khas. Karya nyata yang akan dikenang oleh generasi-generasi setelahnya.
Setiap hari adalah momen. Setiap hari adalah kesempatan untuk bekerja keras menghasilkan karya. Setiap hari adalah kesempatan berkarya membentuk peradaban. Sudahkah kita melakukannya ?
Subscribe to:
Posts (Atom)
.jpg)