Sistem sosial ( Ram charan ) adalah sistem komunikasi transparan antar individu dalam tim. Sedikit banyak, ini juga menyinggung tentang solidaritas tim. Secara sederhana, mengukur sistem sosial suatu komunitas adalah dengan "membaca" transparansi komunikasi antar mereka. Apakah semua informasi disampaikan ? Kalau ada yang tidak, mengapa ? Apa hubungan antar elemen sederajat tidak harmonis ? Atau sang pemimpin yang "memberi jarak" ?
Modal sosial ( Robby Djohan ), adalah kapital yang berasal dari hubungan antar individu atau antar komunitas. Potensial kapital ini berasal dari tingkat solidaritas intern dan "bridge" ke luar sistem komunitas internal. Artinya apa, suatu masyarakat yang punya hubungan erat antar individunya dan bersedia membangun jaringan dengan masyarakat luar komunitas, memiliki modal sosial yang kuat. Komunitas seperti ini tidak bergantung sepenuhnya kepada pemimpinnya, melainkan mampu "berjalan sendiri".
Oya, modal sosial diukur dari keterikatan komunitas terhadap pola tradisi di lingkungan masing-masing. Selain itu, ada juga variabel hubungan timbal-balik ( resiprositas ), saling menghargai, pernghormatan atas keberagaman ( kita biasa menyebut dengan toleransi ), dan lain-lain.
Nah, hubungan di antara sistem dan potensi ini apa? Membahas tentang keduanya, berarti membahas sebuah hubungan timbal balik. Modal sosial yang tinggi akan cenderung menciptakan keterbukaan berkomunikasi dalam berkomunitas. Sebaliknya, sistem sosial yang kokoh akan mempererat modal sosial yang sudah ada. Belum lagi, kalau modal sosial yang kokoh ini didukung oleh karakter dan budaya "proaktif berhubungan ke luar" alias membentuk jaringan.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
.jpg)
No comments:
Post a Comment