Tuesday, April 8, 2008

Jadilah anak dunia, jangan jadi anak indonesia saja!

Saya suku Bugis, salah satu suku pelaut di Indonesia. Kami dari Makassar. Senang merantau ke mana-mana. Kalau dulu pakai perahu, tanpa perahu pun kami bisa. Kami adalah para penjelajah.

Saya adalah orang balikpapan. Kota jasa di Indonesia, salah satu kota peraih penghargaan adipura berturut-turut di Indonesia. Bandara kami adalah bandar ketiga tersibuk di Indonesia. Kami adalah gerbang utama Kalimantan Timur.

Saya (pernah) sekolah di Magelang. Sama-sama kota jasa juga. Cuma kultur heterogennya mendidik saya sebagai manusia sebenar-benarnya.

Sekarang saya ada di Paris van Java ( Paris-nya Jawa ), Bandung. Salah satu koya besar di Indonesia, meski penduduknya gak banyak-banyak amat. Tapi, kultur kreatifnya terlihat hampir di setiap kepala anak mudanya. Ditambah kampus tekniknya, Bandung benar-benar menjadi teknologi dalam arti sbenarnya. Teknologi = sains, rekayasa dan seni.



Nanti, saya mau naik haji ke Tanah Suci Mekkah di Arab Saudi.

Suatu saat, saya akan berkuliah di Jepang.

Akan datang saat di mana, anda bertemu dengan saya yang sedang berwisata keliling Eropa.



Kita adalah anak-anak dunia, bung. Bukan cuma anak-anak Indonesia..

1 comment:

wina_ry said...

Wah benar banget tuh...

eh tapi katanya Anda adalah oreang asing yang tinggal di Indonesia???

Koq masih mo keliling dunia...

hahahaha...