Sunday, February 3, 2008

Kemandirian untuk Daya Saing

Dalam beberapa pekan terakhir, saya memang sedang terwacanakan dan mewacanakan soal "daya saing" ini. Dimulai dengan seminar competitiveness advantage by MTI ITB, dilanjutkan dengan searching with mas google dengan kata kunci 'michael porter' atau 'daya saing' itu sendiri.
Kita mulai dengan bagaimana kompetisi itu dapat dimenangkan. Suatu kompetisi dapat dimenangkan dengan dua cara : benar-benar berjuang memperebutkan kemenangan atau justru dengan meninggalkan kompetisi itu sendiri. Yang pertama, maksudnya adalah tanpa berusaha menciptakan perbedaan dengan pesaing. Yang kedua, masuk ke dalam kompetisi yang belum ada pesertanya sama sekali. Dengan kata lain, kompetisi tanpa persaingan.
Trus yang kedua. Optimalisasi keunggulan akan jadi hal penting di sini. Makanya, pengenalan dan penggalian komptensi atau potensi jadi hal penting sebelum berkompetisi. Akan lebih baik, kompetisi yang diikuti adalah kompetisi yang sesuai dengan kompetensi atau potensi tadi. Kalo mo referensi, coba baca The Toyota Way ato Good to Great, Dua buku ini bercerita tentang optimalisasi potensi dalam kompetisi yang --pada akhirnya-- dimenangkan oleh perusahaan-perusahaan tersebut.
Yang ketiga. Makanya, menemukan keunggulan kompetitif itu berawal dari kontemplasi terhadap kemampuan diri. Kontemplasi menemukan keunggulan kompetitif sedikit-banyak berasal dari kemandirian untuk melakukan sesuatu, ini terjadi dalam segala bidang. Di akhirnya nanti, kita akan menemukan nodamg apa yangkita dapat berkompetisi dan memenangkan kompetisi itu, nantinya.
Secara tidak langsung, seharusnya kemandirian kita akan menunjukkan jalan menuju kompetisi yang tidak relevan : kompetisi tanpa persaingan. Sementara demikian dulu. Dilanjukan di lain waktu.